Dedi Taufik: Pulau Biawak Bakal Disulap Jadi Pariwisata Kelas Dunia

Terkesima Keindahan, Pemprov Jabar Bakal Jadikan Destinasi Unggulan

INDRAMAYU – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus membuktikan keseriusannya mewujudkan Visi Jawa Barat (Jabar) menjadi Provinsi Pariwisata. Tidak tanggung-tanggung, Kadisparbud Jabar DR H Dedi Taufik ingin menyulap Pulau Biawak Indramayu menjadi destinasi wisata unggulan kelas dunia.

Untuk mengimplementasikan visi Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum tersebut, Dedi Taufik sangat giat melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang potensial dikembangkan termasuk ke Pulau Rakit tersebut, Sabtu (20/04/2019).

Selain melakukan kunjungan, Dedi Taufik juga hadir memenuhi undangan Upacara Adat Kramatan dan Haul Syekh Syarif Hasan di Makbarohnya yang berjarak tidak jauh dari pintu masuk Pulau Biawak.
Kadisparbud juga tampak dengan semangat melihat setiap keunikan di pulau tersebut, seperti bermain serta menggendong langsung biawak jinak yang menghampirinya.

Didampingi Kepala Dinas Budpar Kabupaten Indramayu H Carsim, Ketua Umum Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Indramayu Taufiq Rahman dan Tokoh adat Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu, Dedi Taufik tampak juga menikmati panorama pantai dengan air yang jernih, pasir putih yang menjadi ciri khas pantai di pulau itu.

Kadisbudpar Jabar DR H Dedi Taufik menegaskan, pihaknya akan bangun pulau tersebut, diantaranya aksesibilitasnya. Karena saat ini pelabuhan diakui Dedi belum representatif termasuk tempat bersandar kapal atau dermaga di Pulau Biawak yang kini sudah rusak.

“Untuk itu kami akan bikin perencanaan pengembangan secara keseluruhan sehingga targetnya pulau biawak menjadi wisata yang mendunia bukan hanya dikenal di Indonesia,“ tegasnya.

Dedi juga mengakui sangat terkesima melihat keindahan yang Pulau Biawak suguhkan. Karena selain bisa menikmati pesona laut yang bagus sambil bermain dengan 300an biawak berukuran besar yang jinak, wistawan juga bisa melakukan wisata religi di Makan tokoh besar penyebar Islam.

“Di Pulau Biawak ini unik dan sangat potensial menjadi wisata unggulan di Jabar, karena seluas 120 hektare memiliki 80 persen hutan bakau atau mangrove dengan jenis terlengkap dan 20 persen hutan alam,” tandasnya.

Ditambah ada mercusuar setinggi 65 meter yang dibangun Tahun 1872 pada masa belanda namun masih berfungsi hingga saat ini.

Disparbud Jabar juga diakui Dedi, akan bangunkan home stay yang representatif dan unik dimana keseluruhan bahannya dari alam, karena ada 3 bangunan yang saat ini ada sudah rusak dan tidak terurus. “Kami juga setelah dari Pulau Biawak ini akan meninjau Rumah Adat di Pabean Ilir yang potensial akan menjadi alternatif home stay wisatawan mancanegara,” terangnya. (her)