Dikunjungi Kang Uu, Pelaku UKM Makanan Ringan Minta Bahan Baku Murah

PerisaiNews, (CIAMIS) – Sejumlah pelaku UKM makanan ringan di desa Cikoneng, Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan mahalnya bahan baku untuk pembuatan makanan ringan. Agar tidak mengalami kerugian, mereka menaikkan harga jual kepada pengepul atau toko, tapi kenaikan itu dinilainya tidak signifikan.

Hal itu terungkap pada pertemuan antara calon wakil gubernur Jabar nomor urut 1, Uu Ruzhanul ulum di home industri pembuatan makanan ringan di desa itu, pada Minggu, (15/4/2018). Acara dialog tersebut dihadiri oleh belasan pelaku UKM dan puluhan karyawannya.
Nani, salah seorang pelaku UKM mengungkapkan, mahalnya harga bahan baku tak sebanding dengan harga jualnya ke pengepul atau tokok. “Kami naik harga cuma Rp 1000 per bal, padahal bahan baku naiknya diatas Rp 1000 lebih per kilo, jadi tetap rugi,” kata ani, pelaku UKM yang memiliki 13 karyawan ini.

Menurut dia, kenaikan itu tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku. Bahan baku yang harganya naik itu lain terigu, bumbu, hingga plastic kemasan. Padahal sebagian besar warga Desa Cikoneng memproduksi makanan ringan secara home industry, seperti macaroni, keripik, dan lain-lain.

“Kami juga mohon pemerintah memberikan pelatihan bagi SDM dan membantu memasarkan produk kami agar usaha ini cepat berkembang,” ujar Nani.

Menanggapi hal itu, Kang Uu berkomitmen membantu masalah yang dihadapi para pelaku UKM karena pelaku UKM berperan dalam mengentaskan pengangguran di daerahnya. Menurut dia, sesuai program Rindu, yakni satu desa, satu perusahaan, maka Desa Cikoneng dapat dijadikan sebagai desa penghasil makanan ringan.

“Selama blusukan saya inventarisir desa-desa dengan potensi usahanya. Karena potensi usaha itu dapat membuat desa mandiri. Sehingga warga desa tidak usah pergi ke kota, karena sudah punya usaha atau penghasilan di desa,” ujar Kang Uu yang mengaku makanan ringan hasil warga Desa Cikoneng ini enak-enak.

Terkait bahan baku yang mahal, menurut Kang Uu adalah tugas pemerintah memotong panjangnya rantai distribusi. Mendekatkan produsen ke pelaku usaha atau konsumen. Bahan baku menjadi mahal karena sudah melalui beberapa tangan. Nah ke depan, dari produsen bahan baku bisa langsung dijual ke UKM, “Agar pelaku UKM mendapatkan harga yang murah,” ucap Bupati Tasikmalaya 2 periode ini.

Pembinaan terhadap UKM, kata Kang UU juga harus dilakukan. Antara lain, pelatihan peningkatkan produksi, keuangan, internet untuk mengelola penjualan online dan pemerintah juga ikut membantu memasarkan produk UKM melalui pameran.

Kang Uu mengungkapkan, sejak menjadi Bupati, dia sudah melakukan pembinaan terhadap 32 ribu pelaku UKM yang menyerap ribuan tenaga kerja. “Karena keberhasilan itu, membuat Kabupaten Tasikmalaya mampu meraih rangking kedua di Jabar dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya itu. (her/rls)