Gelar Mubes II, IMS Makin Sempurnakan Misi Desa Santri Kuat Ekonomi

MUBES. IMS Indramayu tampak serius mendiskusikan program nyata untuk mewujudkan kebangkitan desa santri dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
MUBES. IMS Indramayu tampak serius mendiskusikan program nyata untuk mewujudkan kebangkitan desa santri dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

INDRAMAYU – Musyawarah bersama (Mubes) kedua menjadi ajang konsolidasi akbar, Ikatan Masyarakat Segeran (IMS) Indramayu untuk menyempurnakan misi kebangkitan desa santri dan terwujudkan kesejahteraan ekonomi rakyat.

Sebagai organisasi berbasis desa yang dipandang paling serius di Kabupaten Indramayu, Ikatan Masyarakat Segeran menaungi 2 desa yakni Desa Segeran dan Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat.

Mubes yang dihadiri tokoh pendiri, Pengurus dan Ketua Pengurus IMS tingkat Blok di dua desa tersebut, menetapkan Program Kreatif Desko atau kepanjangan dari Desa Santri Kuat Ekonomi.

Selain visi misi dan program strategis di tahun 2019 mendatang makin disempurnakan. Dengan mengusung visi Desko itu, tokoh masyarakat, pemuda mahasiswa yang tergabung dalam IMS itu itu juga merancang kegiatan-kegiatan nyata untuk mewujudkan 2 misi besarnya tersebut untuk merebut desa juara di kancah nasional.

Ketua Umum IMS Indramayu Nurjali mengungkapkan, organisasi IMS didirikan atas permintaan masyarakat di akhir Tahun 2015, dimana sepakat membangun visi Bersatu mewujudkan desa santri dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Dua misi kami ingin mewujudkan kebangkitan desa santri demi kuatnya modal spiritual menghadapi era digital dan kebebasan informasi. Kemudian, terciptanya penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan dan advokasi untuk bekal generasi ngaji dan pendidikan tinggi,” tegasnya.

Dalam mubes tersebut, IMS juga menetapkan program-program prioritas diantaranya suksesi desa santri dengan telah membentuk lembaga dan atau yayasan keagamaan yang mengusung keadilan, pemberdayaan perempuan dan anak.

“Untuk menyukseskannya kami juga sudah 3 tahun menjalankan jamiyahan dalam bentuk pengajian rutin mingguan. Begitu juga membangun budaya literasi dengan membentuk dan menjalankan website/portal berita online yang kini telah dibaca 1 orang setiap harinya,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya juga telah mendorong berdirinya saung baca atau pondok ngaji di setiap blok, yang kini telah berdiri di saung ngaji di Segeran Kidul dan 2 pondok sinau di Segeran.

“Kita juga melakukan pembinaan spiritual sosial dan advokasi kepada komunitas 2 dan paguyuban berbasis desa. Semuanya kami lakukan dengan swadaya tanpa ada bantuan dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu, untuk merealisasikan misi penguatan ekonomi masyarakat pihaknya mengaku telah membuat desa menjadi kunjungan wisata dengan komoditi unggulan berupa jeruk segeran. “Kini agrowisata jeruk segeran yang menyuguhkan wisata memetik jeruk viral dan meraih rekor pengunjung terbanyak hanya dalam 2 bulan bisa menarik 20 ribu lebih wisatawan lokal dari penjuru Indonesia,” kata dia.

“Hal itu diwujudkannya dengan melakukan pembinaan dan kerjasama melalui membentuk Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Jeruk Segeran dan membentuk sekaligus membina Kelompok Petani Jeruk Segeran (Kopaja). Dua organisasi itulah yang kini menjadi penggerak dilapangan mempromnosikan dan mengelola wisata yang kini jadi primadona di kota mangga ini,” ujarnya.

Diyakini Nurjali, melalui program Agrowisata Jeruk Segeran itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat karena penghasilan petani jeruk bisa naik dua kali lipat. “Ada yang bisa meraih 37 juta padahal sebelum diagrowisatakan kebunnya hanya meraih 10-15 juta saja,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya sudah 3 tahun melakukan kampanye untuk menanam produk unggulan desa jeruk segeran, karena akan menggunakan karyawan atau tenaga manusia yang belakangan sudah banyak tergantikan oleh mesin.

“Kita selama ini tengah mendorong dan melakukan pendampingan membuat kerajinan untuk memenuhi kebutuhan agrowisata dalam bentuk packing jeruk. Kedepan kita akan kembangkan dengan menciptakan produk olahan dari jeruk bersama ibu-ibu dalam bentuk kemasan yang meningkatkan harga jual,” katanya.

Mengusung tema Segeran Darling (Sadar Lingkungan) Nurjali mengaku pihaknya selalu konsisten menyelenggarakan bhakti sosial memudahkan ketersediaan air untuk petani dalam bentuk bebersih sampah dalam rangka normalisasi irigasi pertanian.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi IMS, Ahmad Sauqy menjelaskan Muber 2 juga membahas tentang tema besar dan kampanye mewujudkan misi IMS melalui aneka kegiatan peringatan Hari Lahir ke 3 Tahun.

“Pertama kami akan menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam membangun desa santri dan penguatan ekonomi, dengan membuat kegiatan silaturrahmi akbar komunitas dan organisasi se-desa segeran dan segeran kidul,” tuturnya.

Diakui Sekretaris Kompepar Jeruk Segeran itu, pra harlah IMS, pihaknya menggelar bakti sosial bersih-bersih desa pada tanggal 20 desember 2018 bertempat di Desa Segeran Kidul. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan silaturahmi akbar komunitas dan organisasi dengan mengambil tema “seduluran selawase” serta kreasi seni panggung rakyat, remaja dan pemuda desa tanggal Sabtu, (22/11).

“Sore harinya kita akan memberikan santunan kepada 130 anak yatim/yatim piatu, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pondok pesantren rakyat gratis di Blok Bedug Desa Segeran Kidul,” tuturnya.

Pada Puncak acara pihaknya akan menggelar Dzikir Akbar untuk menutup Tahun 2018 dan menyambut tahun 2019 yang akan diisi dengan istighotsah, orasi kerakyatan dan ceramah agama dari Ulama kenamaan Indramayu Wayang Pothel.

“Dengan Segeran Berzikir tanggal 22 nanti, kami ingin program kami di tahun-tahun sebelumnya berkah, bermanfaat dan di tahun-tahun kedepan bisa sukses tanpa ekses. Sehingga cita-cita kebangkitan desa santri dan penguatan ekonomi bisa terealisasi dengan dukungan masyarakat secara luas,” pungkasnya. (her)