Jadi Media Edukasi Siswa TK, Agrowisata Jeruk Segeran Buka Paket Mahabarata

WISATA EDUKASI. Mamah-mamah dan pelajar TK tengah memetik jeruk langsung dari pohonnya di Desa Segeran Kidul Kabupaten Indramayu.
WISATA EDUKASI. Mamah-mamah dan pelajar TK tengah memetik jeruk langsung dari pohonnya di Desa Segeran Kidul Kabupaten Indramayu.

INDRAMAYU – Selain jadi wahana wisata baru di Cirebon Indramayu Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), Agrowisata Petik Jeruk Segeran juga menjadi media edukasi siswa TK dan SD.

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata Nurjali Mukhit menegaskan, untuk itulah pihaknya melaunching paket Mahabarata atau singkatan dari Mamah-mahah wista bareng Bu Guru anak-anak TK.

Dikatakan, kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak selalu monoton dilakukan di dalam kelas, sesekali siswa terutama pelajar TK diajak melihat langsung sekaligus bermain di alam terbuka.

“Kini tercatat sudah 27 TK dan 3 SD sudah berkunjung ke Agrowisata Jeruk Segeran, mereka merasa penting memberikan pengetahuan alam dengan terjun langsung hingga memetik langsung buah jeruk,” ujarnya.

Nurjali mengaku, sangat menyambut positif semangat institusi pendidikan yang kini telah menjadikan wisata petik jeruk media pembelajaran.

“Kami berikan informasi kepada anak-anak atau pelajar TK dan SD sebelum memetik jeruk, bagaimana cara memetik, sejarah jeruk di segeran, cara menanam jeruk dan lain sebagainya,” bebernya.

Selain itu, khusus untuk wisata edukasi Mahabarata pihaknya sebagai pengelola menyediakan discount hingga 30 persen dimana berbeda dari pengunjung umum. Hal itu mengingat pihaknya ingin kehadiran jeruk segeran ikut memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indramayu dan sekitarnya.

“Kami selama ini mengusung ekonomi dari petani oleh petani jeruk untuk kesejahteraan petani jeruk, dimana petani langsung bisa menjual jeruk langsung kepada buyer atau pembeli, sehingga harganya menjadi lebih stabil,” katanya.

Setelah harga lebih stabil, pihaknya juga ingin membangun pendidikan yang baik dan efektif serta lebih fariatif. “Di Agrowisata Jeruk Segeran tidak dikenakan tiket masuk, mereka masuk bebas menggunakan lahan diantara tanaman jeruk dan memetik sepuasnya dan dikilo hasil petikannya,” ungkapnya.

Selain itu Ketua Kelompok Petani Jeruk Segeran Wartim menjelaskan, keberadaan Agrowisata Jeruk Segeran sangat membantu pihaknya memasarkan jeruk. Baginya dahulu jeruk hanya dihargai sekitar 7-8 Ribu setiap 1 Kg kini mencapai 10-12 Ribu oleh agrowisata sistem agrowisata.

“Ada anggota kelompok petani jeruk segeran yang mendapat keuntungan berlipat ganda, setelah kebun jeruknya

Menggunakan sistem agrowisata dibandingkan sebelumnya. Dari awalnya hanya mendapat penghasilan Rp10 juta bisa mencapai Rp35 juta, sekaligus dalam 3 hari habis. Ini memotong masa penjualan yang dahulu bisa 1 bulan lebih jika dijual sendiri,” katanya.

Pihaknya juga merasa bangga jika tanaman jeruknya bisa ikut berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan di Indramayu. “Itu artinya tanaman kami member manfaat bukan hanya untuk petani tapi juga untuk generasi,” pungkasnya. (her)