Kiai Juhadi Ajak Santri Berperan Aktif di Bidang Penguatan Ekonomi

***Bantu Santuni Puluhan Jompo dan Petani untuk Ringankan Beban Kehidupan

BANTU. Bantuan dari Ketua PCNU diberikan secara simbolis kepada perwakilan jompo dan Petani Segeran saat peletakan batu pertama madrasah alam Yayasan Pena.
BANTU. Bantuan dari Ketua PCNU diberikan secara simbolis kepada perwakilan jompo dan Petani Segeran saat peletakan batu pertama madrasah alam Yayasan Pena.

INDRAMAYU – Pengusaha Udang Sukses sekaligus Ketua PCNU KH Juhadi Muhammad memang tidak pernah henti-hentinya menebar aura positif pada seluruh kadernya. Terutama dalam penguatan ekonomi masyarakat.

Ketua Himpunan Santri dan Alumni Lirboyo Jabar itu juga menegaskan, kini kiai dan santri sudah tampil di banyak bidang termasuk di negeri ini dengan majunya KH Ma’ruf Amin mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai Cawapres RI.

“Beliau juga tokoh ekonom dari kalangan kaum sarungan, kini bisa jadi Wakil Presiden RI jika nanti pada pilpres Jokowi terpilih lagi dua periode,” katanya.

Untuk itu Kiai Juhadi meminta, santri sudah harus mulai konsen bergeser menguatkan sendi-sendi ekonomi masyarakat, dengan cara berkiprah langsung melakukan pembinaan.

Hal itu dikemukakan Caleg DPR RI dari PPP Dapil Kota, Kabupaten Cirebon dan Indramayu itu usai memberikan dukungan kepada pendirian Madrasah Alam Yayasan Pena di Desa Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu.

Dikatakan, di Segeran sudah mulai tampil santi-santri lulusan pondok pesantren melakukan pendampingan terhadap petani selama bertahun-tahun, hal itu patut di contoh oleh alumni pesantren di desa yang lain.

“Karena banyak yang menanam jeruk makanya melakukan pendampingan dengan system ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan penghasilan petani dengan sistem agrowisata, ini sangat kongkrit,” katanya.

Dikatakan, jika sendi-sendi ekonomi masyarakat didampingi secara serius, diyakininya akan sangat maju apalagi dengan memangkas keberadaan para tengkulak sehingga harga jual hasil pertanian menjadi lebih baik.

“Kalau yang mengelola santri pasti melakukan dua model pendampingan, yang pertama ilmu pengetahuan yang kedua adalah spiritualitas atau doa, sehingga usaha apapun akan menjadi berkah,” bebernya.

Kiai Juhadi menambahkan, dirinya membangun usaha sejak muda, dan kini bisa dengan maksimal berkhidmat untuk ummat melalui Nahdlatul Ulama (NU). Untuk itu jika petani dan santri juga nelayan sejahtera itu artinya menyejahterakan mayoritas warga NU.

“Karena mayoritas dari mereka adalah kaum tahlilan dan marhabanan juga ziarah kubur. Jadi ya pasti warga NU, makanya harus dibantu sekuat tenaga kita,” katanya.

Pihaknya mengaku ingin berbuat jauh lebih banyak untuk masyarakat nahdliyyin (warga NU, red) untuk itu memilih mengikuti permintaan para kiai NU untuk maju menjadi anggota DPR RI. “Dengan mewakili warga NU kami akan jauh lebih bisa mendorong kesejahteraan mereka melalui program pemerintah. Karena membantu dengan dana pribadi sangatlah terbatas namun jika menggunakan program pemerintah akan besar jumlahnya. Maka dari itu secara otomatis manfaatnya juga jauh lebih besar,” ujarnya. (lik)