Kiai Juhadi Sukses Rebut Penghargaan PWI Kategori Pemberdayaan Umat

PENGHARGAAN. Ketua PCNU Kabupaten Indramayu KH Juhadi Muhammad (paling kiri) foto bersama Ketua PWI Indramayu usai menerima penghargaan tokoh yang sukses melakukan pemberdayaan ummat.

PerisaiNews, (INDRAMAYU) – Siapa yang tidak mengenal kiprah Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Indramayu Jawa Barat (Jabar) KH Juhadi Muhammad, belasan tahun berkhidmat, ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam melakukan pemberdayaan ummat.

Ia dikenal pribadi yang sangat hangat oleh semua kalangan masyarakat, terutama bagi kalangan Nahdliyin (Warga NU,red). Terbukti perjuangannya menjadi tidak sia-sia dengan meraih penghargaan bergengsi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan kategori tokoh yang sukses dalam melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat.

Sebuah apresiasi dan capaian besar yang diberikan oleh organisasi yang menaungi ratusan pekerja media di Kota Mangga Jabar itu. Kiai Juhadi dalam malam penganugerahan itu menjadi satu-satunya tokoh agama yang bersinar meski dalam puncak kegiatan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 itu ia tetap tampil sederhana apa adanya.

Capaian itu bukan yang pertama, karena selama 3 periode ini memimpin organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar itu, Kiai Juhadi menelorkan banyak sekali terobosan dalam membangun kemajuan masyarakat.

Pertama dalam bidang kemandirian dan wibawa organisasi, Kiai Juhadi berhasil membangun kantor pusat Dakwah NU termegah di Jawa Barat setinggi dua lantai di pusat kota yakni Jalan Gatot Subroto Nomor 9 Indramayu. Hal itu membuat kebanggan tersendiri bagi warga NU yang jumlahnya mayoritas di Kabupaten Indramayu. Betapa tidak, kini segala aktivitas organisasi termasuk badan otonomnya bisa terlaksana dengan fasilitas yang representatif.

Hal itu tidak seberapa, kedua ia menelorkan ide hebat dengan membangun Rumah Sakit NU, baginya saat taraf kesehatan masyarakat meningkat akan berpengaruh besar pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang hingga saat ini masih berada urutan terbawah di Jabar.

Penunjang peningkatakan IPM juga adalah meningkatkan indeks pendidikan, untuk itu Kiai Juhadi tidak puas hanya dengan memiliki rumah sakit tanpa membangun masa depan pendidikan yang kuat dan murah dengan kualitas yang baik. Untuk itulah ia mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) NU yang sudah berjalan dan memiliki izin operasional.

Kiai Juhadi mengungkapkan, kiprahnya selama ini adalah murni dilakukan dengan ikhlas demi kemajuan dan kesejahteraan ummat. Baginya manusia yang baik dimata Allah SWT adalah yang memberikan kontribusi kongkrit, positif dan bermanfaat untuk masyarakat banyak.

“Kami ingin membangun pelayanan kesehatan yang baik, pendidikan yang maju kemandirian dan daya beli masyarakat yang cukup, in sya’a Allah akan dicatat amal ibadah saat kemajuan tampak dihadapan mata dan dirasakan warga,” bebernya. (her)