Luthfi Figur Muda Paling Total Berkiprah Majukan Daerah

TOTAL. Mohamad Luthfi tampak total turun kebawah mengunjungi korban banjir di Wilayah Timur Cirebon.

SIAPA yang tidak mengenal figur muda Kabupaten Cirebon yang awal tahun 2013 lalu mulai menunjukkan eksistensinya. Banyak kalangan menyangsikan kualitasnya, dengan usianya yang masih terlampau muda dalam memimpin kota wali tersebut dalam perhelatan pilkada.

Pria berkacamata itu seperti tidak ingin larut pada opini umum, tapak demi setapak ia lalui mulai dari mencalonkan diri menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon berhadapan dengan Zaenal Arifin Waud yang merupakan calon petahana.

Tidak disangka suaranya menguat, mayoritas PAC memberikan dukungan padanya, entah ia menggunakan pendekatan apa, hingga forum Musyawarah Cabang dedhlok tidak mengambil keputusan apa-apa dan DPP partai yang didirikan Nahdlatul Ulama (NU) itu, memilih figure yang lain memimpin partai yang diisi para ulama itu.

Tidak berhenti disitu, kegilaan Luthfi terus berlanjut, ia mendeklarasikan dirinya maju sebagai cabup Cirebon menantang partai pemenang PDI Perjuangan yang sudah puluhan tahun berkuasa. Meski tidak memiliki kendaraan politik, Luthfi dengan kegigihannya berhasil meyakinkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PPP) megusungnya maju.

Siapa sangka ia berhasil memperoleh suara cukup fantastis yakni hampir 20 persen suara pemilih, namun saying tidak bisa ikut dalam putaran kedua.

Pria murah senyum itu mendirikan Godong Jati Foundation, sebagai laboratorium mengkaji kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon dan bergerak massif di hampir seluruh desa di Kabupaten Cirebon, bahkan di seluruh warung-warung kecil namanya dikenal dan fotonya terpampang.

Jika ia pernah gagal dalam perebutan kursi Ketua DPC PKB, Maret 2015 pria berbadan jangkung itu berhasil merebut kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon yang memiliki 8 kursi di DPRD.

Kegagalan menjadi guru yang paling baik sepertinya dipakai sebagai pengalaman ia berpolitik, kenapa tidak rivalnya tidak sederhana ia adalah Wakil Ketua DPRD Yuningsih yang memiliki bek up dari senior-senir partai tersebut di Cirebon maupun di Jawa Barat.

Ia juga makin memahami medan politik, termasuk kekuatan lawan-lawan politiknya, begitu juga tingkat popularitasnya salah satu yang tertinggi.

Sosoknya yang santun, sederhana, agamis dan cerdas mudah menjadikannya diingat oleh masyarakat luas, bukan saja kalangan elit namun masyarakat kelas bawah juga mengenalnya. Jelas hal ini menjadikan dirinya memiliki modal kuat untuk maju sebagai calon bupati di Pilkada 2018 nanti.

Jalan politiknya kian terjal, apalagi saat 8 Kursi PKB hampir kecolongan tidak mendapatkan partner koalisi, Luthfi yang terpaksa jomblo akhirnya mendapatkan Partai Nasdem dengan 4 Kursi DPRD dan menggenapkannya maju sebagai Cabup dan berhasil mendaftar dengan Calon Wakil Bupati pelawak kawakan Nurul Qomar.

Dikatakan, menghadapi Pilkada saat ini, Luthfi tidak akan banyak mengumbar janji baik melalui media maupun secara langsung diutarakan dihadapan masyarakat. Namun pria yang selalu mengenakan kopyah putih ini selalu mengedepankan pendekatan emosional dan membangun kepercayaan masyarakat.

“Yang dibutuhkan itu dua hal yakni komitmen dan kompetensi. Punya komitmen tidak punya kompetensi jangan banyak omong, begitupun sebaliknya punya kompetensi tidak punya komitmen jangan banyak omong juga,” jelas Kang Luthfi.

Kaitan dengan komitmen itu, menurutnya tidak hanya soal biaya tapi waktu dan juga tenaga serta fikiran. Oleh karena itu agar bisa maksimal dalam memberikan peran terhadap masyarakat, ia sudah melepas semua pekerjaan di Jakarta sejak Januari Tahun 2017.

“Artinya kita sebagai orang politik harus professional mengerjakan kegiatan kita sebagai politisi, per Januari kalau saya ditanya kerja apa? Saya jawab cuma satu yaitu Ketua DPC PKB,” tuturnya.

Kang Luthfi menambahkan, banyak hal yang harus dilakukan, bahkan waktu 24 jam sehari diakuinya tidak cukup. Jika berkaca pada pengalaman senior, yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah pembenahan internal partai dan timnya.

Sebetulnya, menurut Luthfi, hal itu merupakan persoalan lama, karena yang dibutuhkan saat ini yakni sejauh mana progress untuk menang pilkada Juni mendatang.

“Melihat kondisi Kabupaten Cirebon saat ini, saya beranggapan bahwa tidak bisa hanya diselesaikan oleh PKB. Tapi harus kerjasama banyak pihak agar apa yang menjadi persoalan di daerah bisa terselesaikan sehingga Cirebon lebih baik dan sejahtera,” sambung Kang Luthfi.

Luthfi menegaskan, ia bersama partai dan timnya akan turun langsung ke masyarakat dengan memberikan bukti dirinya berkiprah selama ini. Sebab yang dibutuhkan masyarakat yakni bukti dulu. “Sudah sejauh mana berkontribusi bagi masyarakat itulah yang dilihat. Jangan hanya bisa bicara kita akan menyejahterakan masyarakat jika kita sudah mengelola APBD. Itu retorika omong kosong bagi saya. Saya akan mensejahterakan masyarakat jika jadi bupati, itu omong kosong saja, kita sejahterakan dimanapun dan menjadi apapun kita,” terangnya.

Oleh karena itu di tahun-tahun lalu ia selalu turun ke bawah apalagi saat-saat musim banjir untuk membantu masyarakat. “Berkontribusi untuk masyarakat itu bukan hanya dengan APBD tapi dengan semua potensi yang dimiliki PKB juga bisa,” katanya.

Pihaknya memastikan akan menunjukan bahwa spirit kontributif untuk kepentingan masyarakat sangat fital, namun ketika bisa meyakinkan masyarakat ia yakin biaya tidak akan jadi persoalan.

Menurut Luthfi, di musim hujan saat ini Kabupaten Cirebon selalu langganan banjir, untuk itu perlu ada penanganan serius untuk mengatasi persoalan tersebut terutama di Wilayah Timur Cirebon (WTC).

Sebab jika tidak, bisa jadi akan semakin parah. Apalagi, sambungnya, menurut pengakuan warga banjir Tahun 2017 adalah yang terparah.

“Saya berbincang dengan warga saat berkunjung ke lokasi banjir 2017 itu seharusnya jadi bahan evaluasi pemerintahan saat ini. Bahkan bisa juga untuk gambaran bupati kedepan bahwa ada persoalan banjir yang harus ditangani,” terangnya.

Luthfi berharap, pemerintah daerah kedepan tanggap terhadap bencana yang terjadi di Cirebon. Kemudian dari segi kesehatan para pengungsi juga harus menjadi perhatian pemerintah. (casmudi)