Peringati Bulan Sya’ban, Keraton Kanoman Gelar Tradisi Rowahan

JELASKAN. Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, jelaskan tradisi Bulan Sya’ban atau Rowahan yang rutin dilaksanakan setiap tahun jelang Bulan Ramadan.
JELASKAN. Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, jelaskan tradisi Bulan Sya’ban atau Rowahan yang rutin dilaksanakan setiap tahun jelang Bulan Ramadan.

 

CIREBON – Keraton Kanoman, sebagai keraton yang menjunjung tinggi nilai ajaran dan syi’ar Islam tetap konsisten melakukan tradisi ritual memperingati bulan Sya’ban dengan istilah rowahan.

Pantauan pena.com Tradisi Nisfu Sya’ban yang dilaksanakan rutin setiap tahun oleh Keraton Kanoman Cirebon itu dilaksanakan secara sederhana namun khidmat.

Menurut Juru Bicara Keraton, Ratu Raja Arimbi Nurtina, Bulan Sya’ban, merupakan bulan yang memiliki keutamaan dalam ajaran Islam. Bulan tersebut merupakan bulan ditutupnya catatan amal manusia dan permulaan buku catatan amal yang baru bagi seluruh umat manusia.

Dikatakan, d i bulan ini pula turun ayat yang memerintahkan agar umat Islam senantiasa membacakan solawat atas Nabi SAW, karena Allah SWT sendiri beserta para malaikatnya pun turut bersolawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dikatakan, inti acaranya adalah iringan pembawa lampu minyak 4 buah dan bantal beserta doa kitab bertuliskan arab pegon berbahasa jawa. “Property itu dibawa oleh Abdi Dalem Kraton Panca Pitu yang menggunakan pakaian adat yang berasal dari daerah Gegesik, beserta Karpet khusus yang di pakai untuk tempat duduk sultan atau Wakil Sultan (Patih).

Prosesi yang memakan waktu dua jam itu diceritakan Ratu Raja Arimbi diikuti oleh masyarakat umum khususnya umat Islam di Cirebon dan sekitarnya yang dipusatkan di Langggar atau Masjid Kecil Keraton Kanoman Cirebon.

“Semuanya akan dipandu oleh Imam Penghulu Keraton Kanoman, serta pembacaan doa Nisfu Sya’ban dan menceritakan tentang keutamaan-keutamaan bulan Sya’ban

dengan memakai bahasa jawa yang bertuliskan Arab Pegon yang juga dihadiri oleh Sultan Kanoman ke XII, Sultan Raja Muhammad Emiruddin dengan memakai baju adat keraton berupa beskap hitam beserta keluarga dan abdi dalem Keraton Kanoman Cirebon,” bebernya.

Kebersamaan tersebut juga diperkuat dengan prosesi pembagian berkat atau hidangan

Keratin berupa masakan khas Kraton Kanoman diantaranya adalah sambel goreng, setup, endog pindang, mie goreng, acar, opor, bistik, empal, tumpeng bogana dan bekakak, juga aneka kue bogis, koci, pipis, awug, bolu dan punter, serta beberapa buah-buahan yang sedang musim.

“Aneka masakan, kue dan buah-buahan akan dibagikan kepada siapapun yang mengikuti prosesi,” ucapnya.

Bagi masyarakat luas, hal tersebut juga dijadikan ajang untuk bersilaturahmi dengan Sultan Kanoman beserta para famili Keraton Kanoman yang lain. (her)