Potensial 2 Kursi, Mukhlisin Akui Sangat Optimis Menangkan Pertarungan

Tidak Miliki Caleg Petahana, Pertarungan Dinilai Makin Mencerdaskan

CIREBON – Caleg DPRD Provinsi Jabar dari PKB memiliki bobot luar biasa mengungguli partai lainnya di Tahun 2019 ini. Terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 12 yang meliputi Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu.

Hal itu dinilai semakin meningkatkan elektabilitas partai berlambang bola dunia dikelilingi sembilan bintang tersebut secara nasional dari rilis beberapa lembaga survei.

Diantara yang berada diatas angin adalah Caleg DPRD Provinsi Jabar nomor urut 2 Mukhlisin. Pengusaha muda sekaligus aktivis tersebut dinilai sangat berpotensi merebut kursi dewan tingkat provinsi itu.

Hal itu dikemukakan Ulama Cirebon, KH Apung. Hal itu mengingat kiprah dalam memperjuangkan masyarakat lemah terutama di wilayah barat Kabupaten Cirebon sudah sangat teruji.

“Sehingga masyarakat akan sangat yakin, jika terpilih akan membela kepentingan masyarakat. Bukan kepentingannya sendiri atau kelompoknya,” tegasnya.

Dikatakan, saat ini nama Mukhlisin menjadi pilihan mayoritas masyarakat, terutama masyarakat Nahdliyyin (warga Nu, red). Karena Mukhlisin maju didorong oleh kiai sepuh Kabupaten Cirebon.

“Makanya saat ini yang sangat berpeluang dari nama-nama caleg yang ada ya Mukhlisin,” ungkapnya.

Mukhlisin diakui Apung juga memiliki infrastruktur relawan yang kuat hingga tingkat TPS.

“Kami optimis rasanya dengan komposisi caleg yang dimiliki, bisa merebut 2 kursi dari 12 kursi yang diperebutkan,” tegasnya.

Caleg DPRD Jabar nomor urut 2 Mukhlisin mengaku bersyukur atas prediksi para tokoh terkait posisinya hari ini. Karena kini hampir di seluruh desa di Cirebon dan Indramayu tim relawannya telah bergerak setiap harinya.

“Apalagi tidak ada caleg petahana. Sehingga perebutanya semakin mencerdaskan karena masing-masing dituntut kreatif dan serius dalam merancang alasan agar bisa meyakinkan masyarakat,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Kang Icin itu mengaku tekadnya maju mewakili masyarakat Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu itu hanya untuk melaksanakan amanat para kiai NU yang secara langsung meminta agar pemuda sepertinya bisa tampil di dunia politik.

“Karena jika orang baik tidak terjun ke dunia politik, maka negeri ini akan diurus oleh orangt-orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu akan tiba masa kehancuran negeri ini secara cepat. Makanya kami ingin berkhidmat untuk ummat melalui ikhtiar ini,” kata dia.

Ditambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cirebon dan Indramayu belum berada pada posisi yang menyenangkan. Sehingga harus ada dukungan dari wakil rakyat yang terpilih di DPRD Provinsi Jabar dan DPR RI.

“Logikanya, jika semuanya bersatu, memetakan dimana letak problem dan ketimpangannya, kemudian diselesaikan secara bersama-sama, maka kami yakin tidak menunggu waktu lama dapil 12 ini menjadi jauh lebih maju dari daerah lainnya,” terangnya. (kar)