Yayasan Pena Jadi Pelopor Santri Indonesia Bangun Madrasah Alam

Gus Nouval Fuad Hasim: Ini Perjuangan Ekonomi Kerakyatan yang Sesungguhnya

INSPIRATIF. Ketua Yayasan Pena Heru Nuresin Septiani saat membeberkan maksud didirikannya madrasah alam gratis di Desa Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat.
INSPIRATIF. Ketua Yayasan Pena Heru Nuresin Septiani saat membeberkan maksud didirikannya madrasah alam gratis di Desa Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat.

INDRAMAYU – Yayasan Perisai Nusantara (Pena) Kabupaten Indramayu dinilai menjadi satu-satunya madrasah alam yang dipelopori oleh para santri di Indonesia.

Hal itu dikemukakan salahsatu Pengasuh Ponpes Buntet Cirebon Gus Nouval Fuad Hasyim saat menjadi pembicara di Saresehan Santrinesia dan peletakan batu pertama Saung Pena Madrasah Alam gratis, Sabtu (22/12).

Dikatakan, Yayasan Sosial Keagamaan yang berada di Desa Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat itu layak diapresiasi semua pihak, mengingat kini santri sudah mulai harus tampil di ruang-ruang ekonomi.

mengakui apa yang dilakukan Yayasan Pena selama ini sangatlah kongkrit. Menurut  putra Alm KH Fuad Hasyim itu, lembaga lain harus banyak belajar dari Yayasan yang baru bergerak selama 3 tahun itu. “Karena inilah sejatinya ekonomi kerakyatan, dimana dari petani oleh petani untuk kesejahteraan petani,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengaku bangga bisa hadir memberikan motivasi pada kelompok muda yang telah memilih mengabdi kepada masyarakat yang didampingi secara serius.

“Ini ajaran agama kita, kami sangat mendukungnya. Apalagi kini saatnya santri tampil di ruang-ruanmg penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ketua Yayasan Pena Heru Nuresin Septiani mengharapkan dapat meringankan beban hidup yang saat ini semakin berat dijalani para jompo yang disantuni olehnya.

“Kami sengaja memohon didoakan para jompo agar pembangunan Saung Pena untuk Madrasah Alam bisa diberikan kelancaran dan kedepan makin memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat terutama di 2 desa dampingan yakni Segeran dan Segeran Kidul,” tegas Heru usai memberikan santunan kepada 50 jompo.

Heru menambahkan, momen tersebut adalah peristiwa penting untuk merefleksikan perjalanan lembaganya yang selama ini sudah bergerak bersama para tokoh pemuda mahasiswa dan para tokoh masyarakat untuk kebangkitan desa santri dan penguatan ekonomi.

“Dulu perisai ini adalah pengajian rutin saja, kini sudah menjadi Yayasan dan memiliki gubuk untuk menjalankan aktivitas pendidikan non formal. Kami mohon dukungan semua pihak,” katanya.

Dikatakan, pihaknya juga selama ini ikut menguatkan ekonomi petani jeruk yang menjadi komoditi andalan desa santri tersebut melalui program agrowisata jeruk. Kedepan, sekolah alam tersebut juga akan mencetak petani-petani jeruk handal masa depan. “Kita ingin menciptakan regenerasi petani sedari dini, sambil kami juga akan memberikan pelatihan gratis untuk para ibu-ibu termasuk diantaranya dilatih membuat jeruk kemasan,” katanya. (lik)