Nina Da’i Bachtiar Diunggulkan Poros Oposisi

Putri Jendral Polisi Da’i Bachtiar Bakal Hadapi Jendral Politik Yance yang Siapkan Anaknya Daniel Rebut Kuasa Indramayu

DIUNGGULKAN. Bacabup Nina A Da'i Bachtiar (paling kanan) sangat diunggulkan bersama H Juhadi Muhammad sebagai figur terkuat hadapi dominasi Partai Golkar sebagai petahana.

INDRAMAYU – Dua poros politik besar dipastikan akan bertarung sengit di Pilkada Kabupaten Indramayu. Pertama adalah pemenang bertahan yang selama 20 tahun berkuasa Jendral Politik yang juga Mantan Bupati Indramayu dua periode Irianto MS Safiuddin (Yance) dan Jendral Polisi yang juga Mantan Kapolri Da’i Bachtiar.

Informasi yang beredar kuat, dua-duanya telah mendorong anaknya masing-masing untuk bertarung merebut kuasa di Kota Mangga itu. Diantaranya Yance mengajukan anaknya maju melalui Partai yang membesarkannya Golkar dengan 22 Kursi di DPRD Kabupaten Indramayu. Sebagai orang yang sangat berpengaruh, Yance dikabarkan akan ngotot merebut tiket DPP partai beringin.

Begitu juga Da’i Bachtiar mati-matian mengajukan putrinya Nina Agustina Da’i Bachtiar maju pilkada dan santer beredar menjadi beck up koalisi perubahan dari 6 partai politik yang dilounching belum lama ini di Hotel Handayani. PKB PDIP PKS Demokrat Hanura dan Nasdem dengan 21 kursi DPRD mulai menunjukkan kesolidannya.

Disela-sela Lounching kolaisi perubahan Sabtu (29/2/2020), Sekretaris DPW PKB Jabar mengaku saat ini momentum yang tepat untuk merebut kuasa di Indramayu mengingat Partai Golkar sedang tidak berdaya setelah Ketua DPD Partai Golkar sekaligus Bupati Indramayu Supendi di Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Nina Agustina orang baik, tapi semuanya sangat dinamis seperti main tiktok. Sama seperti bacabup lain, jika Nina dipilih semua partai koalisi dan disukai masyarakat tentu kami menyambutnya dengan baik,” ungkapnya.

Sidkon juga memastikan, tidak akan berkoalisi dengan Golkar dan memaksimalkan bacabup partainya dan partai kolaisi perubahan yang sudah dilounching.

Nina A Da’i Bachtiar mengaku mengapresiasi jika namanya menjadi yang diunggulkan. Namun ia mengaku tidak ingin mendahului keputusan partai-partai yang tergabung di koalisi perubahan.

“Kita tunggu saja siapa yang akan unggul dalam survei dan menjadi pilihan DPP masing-masing partai di koalisi perubahan. Kami memang pengurus DPP PDI Perjuangan, sehingga lebih sering berkomunikasi dengan tokoh-tokoh di tingkat DPP,” ucapnya.

Nina mengaku sangat mengapresiasi munculnya isu paket pasangan Nina-Juhadi atau Dewa-Nina sebagai cabup dan cawabup. Baginya jika partai-partai di koalisi perubahan menyepakati hal tersebut ia mengaku akan siap.

“Baik jadi Calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati kami akan siap, yang jelas kami akan membuktikan energy paling maksimal kita,” jelasnya.

Nina menambahkan, saat ini Indramayu dengan kepemimpinan daerah yang ada diakui telah banyak berbuat untuk membangun Kota Mangga. Sehingga kedepan jika diberikan amanah akan mengisi segala kekosongan yang belum dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

“Yang baik akan dilanjutkan, tapi tetap sesuai fitrah manusia ada beberapa sektor yang mungkin lupa untuk dikuatkan, ya kita akan maksimalkan agar Indramayu kedepan jauh lebih baik,” bebernya.

Sementara itu Bacabup Indramayu dari PKB dan PDI Perjuangan H Juhadi Muhammad mengaku tidak menjadi masalah dipasangkan dengan siapapun termasuk dengan Nina, yang jelas disetujui partai koalaisi dan memiliki kompetensi yang baik dalam membangun kota mangga ini.

“Kami ingin Indramayu maju, bukan dari klaim pemerintahan saat ini tapi diakui oleh daerah di Indonesia dan nasional. Kami akan berbuat secara maksimal agar perekonomian masyarakat bisa terangkat,” ucap Juhadi.

Ketua PCNU Indramayu itu mengaku siap menghadapi petahana dengan segala potensi SDM yang ada di koalisi perubahan dan jaringan pribadinya yang selama ini telah memimpin organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam Nahdlatul Ulama (NU) selama 3 periode.

“Kita siap bertarung dengan fair play dengan petahana, siapapun yang akan disusung mereka. Kami sudah bertemu putri Pak Da’i Bachtiar dan sangat senang poros perubahan mendapat dukungan dari Mantan Kapolri yang mengajukan putrinya menjadi kandidat di pilkada 23 September nanti. (yan)