Nina: Pertanian Sistem Organik Adalah Langkah Maju

INDRAMAYU – Komunitas dan berbagai paguyuban pelaku pertanian dan perkebunan dengan sistem organik mulai bermunculan. Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari PDI Perjuangan Nina A Da’i Bachtiar memastikan hal tersebut merupakan langkah maju. Mengingat hasil panen yang dihasilkan jauh lebih sehat.
“Kami mendukung siapapun yang melakukan praktek pertanian maupun perkebunan berbasis organik atau alami tidak menggunakan pupuk kimia sintetis,” ungkap Salahsatu dari 10 Bacabup koalisi perubahan itu.
Bendahara Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) itu mengaku menjadi pelaku pertanian organik dalam skala kecil, yakni menanam kebutuhan rumah tangga dan dapur di depan rumah secara organik.
“Kami rasa dukungan terhadap komunias organik di Indramayu bisa melalui pelatihan yang mengundang para ahli organik di Indonesia, agar aktivis pertanian organik meningkatkan pengetahuan sekaligus akses mereka,” ujarnya usai mengunjungi pusat perkebunan organik Omah Bio Krukut Depok milik Singgih Praptanugraha belum lama ini.
Nina mengaku telah membangun kerjasama dengan para ahli di bidang organik dan praktisi pertanian skala nasional untuk melatih beberapa perwakilan aktivis pertanian organik di Indramayu. “Kami akan memberangkatkan 3 pemuda dari Indramayu pada Minggu (7/2) mendatang untuk mengikuti pelatihan selama 2 hari. Semoga ini memberikan manfaat bagi mereka yang selama ini merasa ada kealpaan dari pemerintah daerah,” tukasnya.
Nina menyebut Indramayu adalah lumbung padi nasional dengan 110.913 hektare lahan persawahan. Jika pemerintah daerah kedepan bisa secara serius melakukan pendampingan minimal kepada 10 persen saja lahan pertanian tersebut dan dilakukan pengelolaan secara organik maka akan menjadi penyuplai terbesar beras sehat untuk masyarakat.
“Karena jika pendampingannya serius, maka akan jauh lebih banyak petani organik di Indramayu dan menjadi pelopor hasil panen sehat di Indonesia,” kata dia.
Bukan hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan pasar sendiri dan membuka pasar ekspor karena begitu besar permintaan di luar negeri untuk makanan sehat atau hasil panen organik. “Kelemahan petani biasanya di pemasaran, dimana hasil panen mereka dihargai sangat murah saat panen melimpah. Kedepan kami pastikan tidak akan terjadi, jika masyarakat Indramayu memberikan amanah buat kami memimpin daerah,” tutur Sekjen Perkumpulan Persahabatan Indonesia Korea (IKFA) tersebut.
Menurut Nina, bukan hanya akan dijual secara professional, akan tetapi hasil panen produk lokal juga akan dibuat makanan dan minuman olahan sehingga nilai ekonominya juga akan meningkat dua kali lipat.
“Selain lumbung padi kita ini Kota Mangga, sangat disayangkan jika saat ini belum ada produksi olahan jeruk dan mangga yang masal dan dipasarkan secara professional. Padahal embrio dari masyarakat yang berinisiatif membuat dodol manga sirup manga dan yang lainnya sudah ada,” katanya. (yan).