Olah Potensi Besar Perikanan, Hipmi Indramayu Bidik Pasar Ekspor

Gelar Forum Bisnis, Dorong Pemkab Prioritaskan Pengusaha Lokal

INDRAMAYU – seluruh pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Kabupaten Indramayu bertekad untuk sulap potensi perikanan jadi bahan olahan yang akan diekspor ke luar negeri.

Jika berhasil, kemiskinan di Kabupaten Indramayu yang mencapai lebih dari 11 persen sepertinya akan maksimal bisa ditekan.

Hal itu tampak dari keseriusan Ketua BPC Hipmi Indramayu, Ahmad Muzani Noor bersama pengurus mengkaji secara detil potensi daerah yang punya nilai jual tinggi dengan bahan baku yang melimpah dalam Rapat Kerja Diklatcab dan Forum Bisnis yang melibatkan seluruh sektor, di Hotel Wiwi Perkasa II, Rabu (22/1).

Diantaranya, hadir secara langsung Plt Bupati Indramayu H Taufik Hidayat, Ketua DPRD H Syaefudin, Ketua Hipmi Jawa Barat, Jodi Janitra, Perwakilan seluruh Perbankan, Dinas terkait dan seluruh tokoh pengusaha di Indramayu dan Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan seminar dengan menghadirkan pengusaha perikanan sukses di Indramayu, KH Juhadi Muhammad, Dandim 0616 Indramayu Letkol Czi Aji Sujiwo dan Pengusaha Muda Sukses Jawa Barat Radityo Egi Pratama.

Ketua BPC Hipmi Kabupaten Indramayu Ahmad Mujani Nur SHi menegaskan, jika dalam kepemimpinannya Hipmi harus bisa berkontribusi riil terutama dalam meningkatkan indeks ekonomi daerah terutama masyarakat kelas bawah agar meningkat kesejahteraan ekonominya.

“Kongkritnya, kami akan mengolah hasil perikanan tangkap yang sangat besar jumlahnya, karena memiliki panjang pantai hingga 147 KM dan terpanjang di Jawa Barat. Namun belum bisa menembus pasar ekspor karena belum ada yang mampu. Hipmi Indramayu di kepengurusan ini harus bisa,” ungkapnya.

Bersama dengan Pemerintah Daerah, Hipmi diakui Mujani akan mengolah hasil perikanan sehingga memiliki nilai tambah. Mulai dari menyediakan cold storage atau pendingin ikan kapasitas ribuan ton, memproduksi, mengemas dengan baik sesuai standar ekspor.

“Secara otomatis pengusaha di penjuru nusantara akan datang ke kita dan nelayan kecil dan masyarat Indramayu secara luas akan terkena dampak ekonomi yang baik,” tandasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Indramayu itu juga memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Mangga sangat tersedia terutama mereka yang tergabung dalam Hipmi. “Bahkan Hipmi Jabar dan Pusat sudah mengaku siap membantu Indramayu. Kami sudah bertemu dan Alkhamdulillah pemerintah daerah juga siap membangun sinergi merealisasikan cita-cita besar ini,” tuturnya.

Plt Bupati Indramayu membenarkan angka kemiskinan di Indramayu masih lebih dari 11 persen, butuh peran serta pengusaha dan swasta agar bisa menekan angka tersebut. Sehingga pihaknya menyambut positif jika Hipmi akan bersinergi dan membuat potensi perikanan menjadi punya nilai tambah.

“Karena kami belum memiliki cold storage yang memadai kapasitas lebih dari 1000 ton, sehingga banyak nelayan kita yang membawa tangkapannya hingga ratusan ton tidak di TPI Indramayu langsung ke Jakarta, sehingga kita tidak memiliki nilai tambah hanya menjual ikan bukan olahan hasil inovasi pengusaha lokal kita,” ungkapnya. (her)