Popularitas Nina Dai Bachtiar Makin Meningkat

Masuk 5 Besar Kandidat Cabup Berpengaruh, Relawan dari Elemen Pecinta Bung Karno Bergerak secara Swadaya

MENGUAT. Bacabup dari PDIP Nina A Dai Bachtiar dinilai memiliki peningkatan popularitas sebagai kandidat/

INDRAMAYU – Perlahan namun pasti pergerakan politik Bakal Calon Bupati dari PDI Perjuangan Nina A Da’I Bachtiar membuahkan hasil. Nama putri Mantan Kapolri Da’I Bachtiar itu menempati posisi 5 besar dalam survei yang telah dirilis.

Elemen- elemen Nasionalis pecinta Bung Karno yang tersebar di penjuru Kabupaten Indramayu misalnya. Mereka secara swadaya bergerak massif dan berinisiatif memasang spanduk mempopulerkan Bacabup PDI Perjuangan beberapa pecan terakhir ini.

Pantauan di lapangan, ratusan anggota pecinta Presiden Pertama RI itu bersepakat melakukan perubahan bersama Nina. Sehingga setiap sudut desa di Kota Mangga secara swadaya dipasang oleh mereka.

Kordinator Aliansi Organisasi Pecinta Bung Karno Indramayu, Iwan Hendrawan menyebutkan, gerakan perubahan Indramayu sangat penting dipimpin oleh kader idiologis PDI Perjuangan sendiri yang memenuhi kuaifikasi agar tidak di tunggangi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

“Kami telah kawal bersama pemasangan atribut Bu Nina di wilayah Timur Indramayu, selain memberikan suport kepada beliau juga sekaligus  dijadikan momentum konsolidasi organisasi,” tegas Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu itu.

Dikatakan, pemasangan atribut bersama elemen-elemen Nasionalis tersebut juga merupakan wujud semangat dan keperdulian kelompok penyambung lidah Bung Karno kepada gerakan perubahan yang menjadi kebutuhan saat ini.

“Kami ingin menegaskan kepada rekan-rekan lainnya bahwa Bu Nina bukanlah figur baru, tetapi merupakan tokoh lama yang sudah menunjukan aktifitas demi perubahan di Indramayu,” kata Mantan Ketua DPRD Kabupaten Indramayu itu.

Diakui Iwan, memang selama ini Nina tidak tampil didepan, namun dengan rela telah memberikan  kepercayaan kepada orang lain untuk menjalankan perubahan di Indramayu.

“Para elit elemen Nasionalis Bungkarnois merupakan saksi atas semua itu sehingga tahun 2015 mendapatkan suara yg signifikan barisan perubahan,” tuturnya.

Besarnya gerakan perubahan 2015 tidaklah bisa diklaim oleh seseorang, karena sesungguhnya justru peranan Nina sangat dominan atas keberhasilan capaian suara besar itu.

“Sekalipun pada waktu itu kelompok tidak berhasil menduduki kekuasaan namun mereka yakin bahwa kali ini pembajakan Demokrasi oleh kelompok tertentu di Indramayu pasti berakhir,” tukasnya.

Ditegaskan, kekurangan suara 2015 merupakan evuasi atas kerja mesin politik, terutama dalam hal penguasaan instrumen politik, hal itu tidak boleh terulang kembali di Pilkada 2020 ini.

“Kami sangat yakin, energy Nina sangatlah besar, jadi wajar jika saat ini masuk dalam 5 besar tokoh berpengaruh dalam gerakan perubahan Indramayu dan berpotensi memenangkan Pilkada nanti,” katanya.

Merespon hal tersebut, Bacabup PDI Perjuangan Nina A Dai Bachtiar merasa sangat terharu melihat semakin meningkatnya gerakan perubahan Indramayu. Hingga memilihnya sebagai kandidat yang didukungnya.

“Jika sampai 6 bulan mendatang memiliki progres seperti ini, kami yakin Indramayu akan memiliki pemimpin baru dari barisan perubahan,” ungkapnya.

Bendahara Umum Gerakan Tani Nelayan Indonesia (GANTI) itu juga menjelaskan, dirinya akan berkali-kali lipat lebih tinggi semangatnya jika masyarakatnya sedemikian antusias memenangkannya. “Kami tidak akan banyak berjanji, tapi kami akan membuktikan kemajuan daerah kedepan akan terealisasi dengan model kolaborasi antara kami dan masyarakat sebagai subyeknya bukan obyek politik saja,” pungkasnya. (yan)