Survei Profesional Posisikan Nina Dai Bachtiar Peroleh Angka Tertinggi

TERTINGGI. Putri pertaa Mantan Kapolri Dai Bachtiar yaitu Nina Agustina Dai Bachtiar sukses peroleh survei tertinggi lembaga profesional.
TERTINGGI. Putri pertaa Mantan Kapolri Dai Bachtiar yaitu Nina Agustina Dai Bachtiar sukses peroleh survei tertinggi lembaga profesional.

INDRAMAYU – PDI Perjuangan melakukan survei internal dengan menggandeng lembaga provisional tingkat nasional, hasilnya cukup mengejutkan, Putri Mantan Kapolri Dai Bachtiar yakni Nina A Dai Bachtiar menempati posisi eratas dibandingkan seluruh bacabup Partai Berlambang Banteng Moncong Putih tersebut.

Dengan capaian tersebut, hampir dipastikan PDI Perjuangan akan mengusung Bendahara Umum DPP Gerakan Nelayan Tani Indonesia itu dalam pilbup Indramayu 23 September mendatang.

“Nina hampir dipastikan akan diusung PDI Perjuangan dengan survey yang dilakukan oleh lembaga survei nasional yang kompeten,” kata Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono ST usai menggelar pertemuan dengan tokoh PKB Dedi Wahidi belum lama ini.

Ono tidak menampik jika Nina juga telah disodorkan kepada partai-partai yang tergabung dalam koalisi perubahan yakni PKB, Partai Demokrat, Partai Hanura, PKS dan Nasdem dalam pertemuan yang digelar beberapa hari yang lalu.

“Kami mempersilahkan agar partai koalisi juga menyodorkan figur terbaiknya dari mulai PKB yang menyodorkan H JUhadi Muhammad, Ali Wardana dan yang lainnya. Begitu juga Partai Demokrat menyodorkan nama Ratnawati dan Taryadi,” tutur Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu.

Ono menjelaskan kemunculan Nina sebenarnya bukan tiba-tiba, karena yang bersangkutan telah bergerak untuk perubahan sejak Tahun 2015 yang lalu. “Kemudian kami mendapatkan informasi dari Pak Da’I Bachtiar bahwa putrinya serius maju menjadi calon bupati. Sehingga kami memberi apresiasi menemani mendaftar di DPP sesuai aturan dan perintah partai,” tukasnya.

Ono juga menyebut, target adanya pendamping Nina Dai Bachtiaradalah 23 Maret mendatang termasuk partai koalisi yang selama ini sudah bersama-sama membangun komitmen agar bisa menyepakatinya.

“Kami menginginkan agar Bulan April kita sudah bergerak untuk pemenangan pasangan calon sehingga bisa memiliki waktu yang cukup untuk meraih suara yang massif,” tukasnya.

Ono menyebut kunjungan ke bakal calon bupati dan tokoh koalisi perubahan adalah untuk menyatukan persepsi agar gerakan perubahan bisa terus menguat hingga tingkat masyarakat bawah. “Karena kami tahu, kemenangan kita bisa diraih jika semua tokoh bersatu,” katanya.

Ono tidak ingin merespon terlalu berlebihan terkait peristiwa mundurnya bakal calon bupati dari PDIP. Karena baginya tindakan tersebut adalah hak personal setiap orang. “Itu dinamika biasa saja di politik,” terangnya. (yan)