-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

Solidaritas Jadi Aksi Nyata, INALUM Kirim Bantuan & Relawan Untuk Korban Gempa NTT

NTT, Perisainusantara.com |Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggerakkan Insan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Tidak hanya menghimpun dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, INALUM juga menerjunkan relawan untuk hadir langsung mendampingi masyarakat di wilayah terdampak. Jumat, 4 Sept 2026.

Aksi kemanusiaan tersebut berawal dari inisiatif Insan INALUM yang secara sukarela. Untuk memperluas manfaat dari solidaritas tersebut, perusahaan menerapkan kebijakan matching donation 1:1, yakni setiap Rp1 donasi yang dihimpun Insan INALUM ditambahkan Rp1 dengan nilai yang sama oleh perusahaan. Dengan skema tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp252 juta.

Bantuan tersebut antara lain diwujudkan dalam bentuk 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus larutan isotonik, serta 84 dus air mineral untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kepedulian INALUM tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Perusahaan juga menerjunkan sembilan Insan INALUM yang tergabung dalam INALUM Relawan (I-Wan) ke wilayah terdampak gempa di NTT. Para relawan berasal dari berbagai latar belakang kompetensi, mulai dari tenaga medis hingga personel keamanan, untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.


Selama berada di wilayah terdampak, para relawan turut mendistribusikan kebutuhan pokok, memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, serta melaksanakan kegiatan trauma healing dan pendampingan kepada masyarakat terdampak. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan psikologis dan semangat bagi warga untuk perlahan bangkit setelah bencana.

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita mengatakan, gerakan kemanusiaan tersebut mencerminkan kepedulian yang tumbuh dari Insan INALUM dan kemudian diperkuat oleh perusahaan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Bantuan ini berangkat dari kepedulian Insan INALUM yang ingin turut hadir bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Perusahaan kemudian memperkuat semangat tersebut agar manfaat yang diberikan dapat semakin luas. Bagi kami, kepedulian tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir langsung, mendampingi masyarakat, dan membantu mereka melewati masa pemulihan,” ujar Melati.

Bantuan INALUM diserahkan kepada Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Brigjen TNI Hery Setiono di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT, Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, pada 1 September 2026.

Hery mengapresiasi dukungan INALUM dalam mendukung penanganan bencana di NTT. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap bencana sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

“Kami mengapresiasi dukungan dari INALUM. Kami sadar, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memperkuat respons bencana sekaligus mempercepat pemulihan warga yang terdampak,” ujar Hery.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT dan diikuti rangkaian gempa susulan.

Situasi pascabencana membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak. Kolaborasi antara Insan INALUM dan perusahaan dalam aksi kemanusiaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen INALUM dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

(***) 

Share:

S&P Global Ratings Beri PT. Inalum Peringkat 'BBB-', Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional

Jakarta, Perisainusantara.com|PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional rating ‘BBB-’ dengan Outlook stabil dari S&P Global Ratings. Pencapaian ini menjadikan peringkat internasional investment-grade bagi INALUM sekaligus milestone yang sangat penting dalam memperkuat kredibilitas INALUM di pasar keuangan domestik dan internasional untuk mendukung pertumbuhan INALUM kedepannya. Jakarta, 10 September 2026

Dalam laporannya yang diterbitkan pada tanggal 7 September 2026 S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID dan kuatnya dukungan Pemerintah melalui MIND ID terhadap INALUM. S&P Global Ratings juga memandang INALUM memiliki peran penting sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional, sejalan dengan agenda strategis MIND ID untuk memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia. Keterkaitan yang erat dengan MIND ID, baik secara strategis maupun finansial, turut memperkuat profil kredit INALUM dan mendukung keberlanjutan pengembangan bisnis serta investasi perusahaan. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas INALUM, serta konsistennya dukungan MIND ID dalam menopang peran strategis INALUM bagi pengembangan industri aluminium nasional.

Pencapaian rating internasional tersebut melengkapi penguatan profil kredit INALUM di pasar domestik. Pada Agustus 2026, PEFINDO juga meningkatkan peringkat INALUM satu tingkat  dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable setelah INALUM mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun sebelumnya. 

Pemeringkatan internasional dan peningkatan peringkat domestik tersebut berlangsung pada saat INALUM tengah mempersiapkan peningkatan kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026–2029. 

Keunggulan Biaya Operasional dan Sumber Energi Hidro Perkuat Daya Saing INALUM Dalam penilaiannya, S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional INALUM yang kompetitif. Perusahaan tercatat mampu beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global, dibandingkan rata-rata industri pada tahun 2026. 

Efisiensi tersebut didukung oleh pasokan sumber energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik. Keunggulan biaya ini dinilai menjadi salah satu kekuatan kredit INALUM sekaligus memberikan daya tahan bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika harga aluminium global.

S&P Global Ratings juga menyoroti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air yang membuat smelter INALUM yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi juga mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi INALUM. 

Saat ini INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), INALUM telah berhasil mengatasi ketergantungan impor bahan baku alumina. BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

Memperkuat Rantai Nilai Aluminium Nasional S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam integrasi Grup MIND ID dan hilirisasi aluminium memberikan landasan kuat bagi dukungan berkelanjutan dari induk perusahaan. Peran tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang memperkuat integrasi rantai nilai aluminium nasional.

Pengembangan proyek-proyek tersebut juga didukung oleh pemegang saham utama, baik melalui kemitraan strategis maupun dukungan permodalan, yang mencerminkan pentingnya proyek tersebut bagi penguatan industri aluminium nasional.

Adapun pengembangan proyek INALUM meliputi SGAR 2 dan Smelter 2. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun, sehingga akan meningkatkan menjadi dua kali lipat kapasitas alumina yang ada. Adapun Smelter 2 dirancang dengan kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun, sehingga total kapasitas smelter aluminium primer INALUM akan meningkat lebih dari tiga kali lipat kapasitas saat ini. Pengembangan proyek-proyek tersebut juga berpotensi meningkatkan kapasitas dan potensi pendapatan INALUM secara signifikan hingga 2030.

Kondisi industri yang positif diperkirakan akan mendukung kinerja INALUM dalam satu hingga dua tahun ke depan. Harga aluminium diperkirakan tetap suportif seiring kondisi pasokan global yang ketat, sementara stabilnya volume penjualan dari smelter eksisting akan turut menopang pertumbuhan EBITDA perusahaan.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita mengatakan, apa yang telah dicapai saat ini, menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.

“Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat. Dengan dukungan MIND ID, kami akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir. Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas tetapi juga untuk memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasionan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.” ujar Melati.

Ke depan, INALUM akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial dan keunggulan operasional. Melalui pengembangan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi, INALUM berkomitmen memperkuat daya saing industri nasional, mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan.

(***) 

Share:

PLTA PT. INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan

Jakarta, Perisainusantara.com|PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT. INALUM memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang berlangsung di Bali, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PR. PT. INALUM memboyong delapan penghargaan dalam sejumlah kategori lingkungan dan sosial. Jakarta, 22/09/2026.

Kepala Grup Layanan Strategis PT. INALUM, Daniel Hutauruk menyebut bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras perusahaan dan Insan PT. INALUM dalam mendorong operasional yang fokus pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Karena itu, aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terus diintegrasikan dalam berbagai program dan pengambilan keputusan perusahaan.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian, tetapi juga refleksi bahwa pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis. Kami terus mendorong inovasi agar setiap proses operasional dapat semakin efisien, rendah dampak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Daniel.

ENSIA atau Environmental and Social Innovation Awards merupakan ajang penghargaan nasional yang diselenggarakan oleh PT. Sucofindo (Persero) untuk mengapresiasi pelaku usaha dan inovator atas berbagai inovasi di bidang lingkungan, sosial, dan keberlanjutan bisnis di Indonesia.

Dari delapan penghargaan tersebut, empat di antaranya merupakan predikat Platinum, yakni Penurunan Emisi, Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air, Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3, serta Pengelolaan Sampah. PLTA PT. INALUM juga meraih tiga predikat Silver untuk kategori Efisiensi Energi, Keanekaragaman Hayati, dan Inovasi Sosial, serta dinobatkan sebagai Pemenang Booth Inovasi ENSIA 2026.

Pencapaian tersebut menunjukkan upaya keberlanjutan di lingkungan PLTA PR. INALUM tidak berhenti pada pemenuhan aspek kepatuhan lingkungan, tetapi terus dikembangkan melalui inovasi yang terintegrasi dengan kegiatan operasional. Berbagai inisiatif dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menekan emisi, mengelola limbah, serta menjaga kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Pada aspek lingkungan, empat predikat Platinum yang diraih PLTA PT. INALUM mencerminkan implementasi berbagai program dalam penurunan emisi, efisiensi penggunaan air, pengurangan beban pencemaran, serta pengelolaan limbah B3 dan sampah. Sementara pada aspek sosial dan ekologi, penghargaan di bidang Keanekaragaman Hayati dan Inovasi Sosial menunjukkan upaya perusahaan dalam menjaga ekosistem sekaligus menciptakan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Selain melalui program di lapangan, komitmen terhadap inovasi juga ditampilkan melalui Booth Inovasi ENSIA 2026 yang berhasil meraih predikat sebagai pemenang. Capaian ini memperlihatkan bagaimana inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan perusahaan dapat dikomunikasikan sebagai bagian dari perjalanan transformasi keberlanjutan PT INALUM.

“Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang lahir dari operasional PLTA tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi perbaikan berkelanjutan di masa depan. Semangatnya adalah bagaimana operasional yang semakin efisien dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” lanjut Daniel.

Berikut rincian Penghargaan PLTA PT. INALUM pada ENSIA 2026:

- Predikat Platinum

Penurunan Emisi

Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air

Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3

Pengelolaan Sampah

- Predikat Silver

Efisiensi Energi

Keanekaragaman Hayati

Inovasi Sosial

- Kategori Booth Inovasi

Pemenang Booth Inovasi ENSIA 2026

Penghargaan ENSIA 2026 sekaligus menjadi dorongan bagi PT. INALUM untuk melanjutkan pengembangan inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Sebagai bagian dari ekosistem industri aluminium nasional, PT. INALUM terus berupaya memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab untuk mendukung industri aluminium Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

(***) 

Share:

Jelang Event Porprov PDBI Batu Bara Intensifkan Latihan

Batu Bara-Sumut, perisainusantara.com | Pengurus Kabupaten Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Batu Bara terus mematangkan persiapan atlet yang akan mewakili Kabupaten Batu Bara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang di Stadion Madya Atlet Sport Center Sumatera Utara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Kabupaten PDBI Batu Bara, H. Subaidi, S.Pd, kepada wartawan usai melatih atlitnya di Lapangan Indrasakti, Indrapura, Kecamatan Air Putih. Senin (21/9/2026).

Subaidi mengatakan, latihan dilakukan secara terencana dan berkesinambungan sebagai upaya mempersiapkan atlet agar mampu tampil maksimal pada Porprov Sumut 2026.

Persiapan dilakukan melalui program latihan secara intensif selama 4 bulan. Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan dan peningkatan kemampuan atlet untuk menghadapi persaingan pada ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Utara.

“Latihan ini sudah kita laksanakan selama 4 bulan. Selain meningkatkan kemampuan teknik, latihan juga diarahkan untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, mental bertanding, serta kesiapan fisik dan tim,” ujar H. Subaidi.

Menjelang pelaksanaan Porprov, intensitas latihan terus ditingkatkan. Para atlet mendapatkan pembinaan secara bertahap dengan fokus pada kemampuan teknis, ketepatan gerakan, musikalitas, kekompakan formasi, kedisiplinan, serta kesiapan tampil dalam kompetisi.

Dalam persiapan tersebut, PDBI Batu Bara juga berencana akan mengajukan permohonan dan berkoordinasi dengan PT Inalum untuk menjadikan Lapangan Kompleks perumahan PT. Inalum sebagai salah satu lokasi persiapan dan latihan menuju pertandingan Porprov. Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada atlet untuk beradaptasi dengan venue yang akan menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Porprov Sumatera Utara.

PDBI Batu Bara berharap seluruh rangkaian latihan yang dilakukan dapat menjadi modal penting bagi para atlet untuk memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Batu Bara pada Porprov Sumut 2026.

“Kami berharap seluruh atlet tetap menjaga semangat, disiplin dalam mengikuti latihan, serta menjaga kekompakan tim. Target utama kita adalah memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Batu Bara di tingkat Provinsi Sumatera Utara,” tambah H. Subaidi.

Dengan persiapan yang terus dilakukan secara konsisten, PDBI Batu Bara optimistis para atlet dapat menghadapi Porprov Sumatera Utara 2026 dengan kesiapan yang lebih baik, baik dari sisi teknik, fisik, mental maupun kekompakan tim, tutup Subaidi. 

(***)


Share:

Misteri Kematian Ramayana di Batu Bara, LBH KAHMI Soroti Luka dan Perubahan Keterangan

Medan-sumut,perisainusantara.com |Kematian Almh. Ramayana di Kabupaten Batu Bara menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab, dalam rentang waktu kurang dari 12 jam, kondisi korban yang sebelumnya disebut masih baik berubah menjadi jenazah dengan luka dan lebam pada bagian wajah.

Rangkaian peristiwa itulah yang kini diminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) MW KAHMI Sumatera Utara untuk dibongkar secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

LBH MW KAHMI Sumut melalui Uan Haleluddin Dalimunte, Sabtu (19/9/2026), mengaku telah menerima dan mendalami kronologis resmi dari ibu kandung korban, Syahara, yang tercatat sebagai pelapor dalam perkara tersebut.

Berdasarkan kronologis yang ditandatangani pelapor, Ramayana pada 14 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB datang ke rumah orang tuanya di Desa Medang Baru, Dusun Bambu, bersama tiga anaknya.

Saat itu, menurut keterangan Syahara, kondisi Ramayana masih baik, tidak terlihat luka pada bagian wajahnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Ramayana bersama ketiga anaknya kemudian meninggalkan rumah orang tuanya dan kembali ke rumah mertuanya setelah meminta uang kepada ayahnya.

Kondisi wajah korban, menurut keterangan ibunya, masih dalam keadaan baik,

sekitar 30 menit kemudian, terdapat pertemuan lain yang menjadi bagian penting dari rangkaian kronologi tersebut.

Pukul 19.30 WIB, Syahara menyusul ke rumah mertua Ramayana di Desa Pematang Cengkering untuk menemani anak bungsunya yang sedang menjalani tradisi adat bekhusu - khusu.

Di lokasi itu, Syahara masih sempat berbicara dengan Ramayana, tidak disebutkan adanya luka pada wajah korban ketika itu.

Acara selesai sekitar pukul 20.30 WIB, keluarga kemudian meninggalkan lokasi,namun, sekitar 05.10 WIB pada 15 Agustus 2026, Syahara menerima kabar bahwa Ramayana telah meninggal dunia.

Bersama suaminya, ia langsung menuju rumah mertua korban.Di situlah, menurut keterangan pelapor, muncul kondisi yang kemudian dipersoalkan keluarga.Syahara mengaku mendapati anaknya telah meninggal dunia dan berada di atas tempat tidur dengan pakaian sudah dibuka, ia juga melihat adanya luka dan lebam pada bagian wajah, termasuk di sekitar mata.

Pertanyaan kemudian muncul : kapan luka tersebut terjadi dan apa penyebab sebenarnya?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting karena, berdasarkan kronologis yang diterima LBH MW KAHMI Sumut, terdapat perbedaan keterangan mengenai penyebab luka korban.

Menurut Syahara, pihak mertua sempat menyebut Ramayana mengalami luka karena jatuh di kamar mandi.

Namun, keterangan tersebut kemudian disebut berubah menjadi korban jatuh dari tempat tidur.Perbedaan keterangan tersebut dinilai LBH MW KAHMI Sumut sebagai bagian yang perlu diuji melalui proses hukum dan pembuktian, bukan sekadar berdasarkan keterangan sepihak.

LBH MW KAHMI Sumut meminta aparat penegak hukum mengurai seluruh rangkaian kejadian sejak korban terakhir kali diketahui dalam kondisi baik hingga dinyatakan meninggal dunia.

Termasuk memeriksa saksi - saksi, kondisi tempat kejadian, keterangan medis, rekam medis apabila ada, serta bukti - bukti lain yang dapat menjelaskan penyebab luka dan kematian korban.

LBH KAHMI : Jangan Biarkan Pertanyaan Keluarga MenggantungLBH MW KAHMI Sumut menegaskan, dugaan KDRT maupun dugaan tindak pidana lainnya harus dibuktikan melalui proses hukum, karena itu, pihaknya tidak ingin menarik kesimpulan sebelum seluruh bukti diperiksa secara objektif.

Namun, adanya rangkaian waktu yang jelas, kondisi korban yang menurut pelapor sebelumnya tidak mengalami luka pada wajah, ditemukannya lebam setelah korban meninggal, serta adanya perbedaan keterangan mengenai dugaan penyebab luka dinilai cukup menjadi alasan bagi aparat untuk melakukan pendalaman secara serius.

Bagi keluarga, persoalannya bukan sekadar mencari siapa yang harus disalahkan.Yang ingin diketahui adalah apa yang sebenarnya terjadi terhadap Ramayana sebelum kematiannya.

LBH MW KAHMI Sumut meminta proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan alat bukti yang sah agar penyebab kematian korban dapat terungkap secara terang.

Sementara itu, seluruh pihak yang disebut dalam perkara tersebut tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

(***) 

Share:

Futsal Piala Walikota Tebing Tinggi: Skor 2-1 di Papan, Kalah di Meja Panitia — Kecurangan Mencederai Semangat Olahraga

Tebing Tinggi-Sumut,  |perisainusantara.com — Di atas lapangan, SMK Negeri 1 Air Putih unggul dengan skor 2-1. Di papan skor, angka itu tak berubah. Namun di tangan panitia penyelenggara Futsal Piala Walikota Tebing Tinggi, kemenangan itu dirampas secara paksa dengan alasan yang sangat memalukan.

Pertandingan antara SMK Negeri 1 Air Putih melawan SMK Negeri 2 Tebing Tinggi dalam ajang Futsal Piala Walikota Tebing Tinggi berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, pukul 20.00 WIB. Laga berjalan ketat dan sengit hingga menit-menit akhir. SMK Negeri 1 Air Putih memegang keunggulan 2-1. Di detik-detik penutup, SMK Negeri 2 Tebing Tinggi mendapat tendangan bebas. Bola melaju ke gawang, namun tidak dinyatakan gol, dan peluit panjang pun ditiup — tanda pertandingan telah berakhir. Di situlah konflik bermula, ketika pihak SMKN 2 Tebing Tinggi mengira tendangan tersebut adalah gol, padahal peluit panjang telah berbunyi menandakan laga selesai.

"Seandainya pun tendangan itu masuk, skor baru berimbang 2-2, bukan berarti SMKN 2 menang. Namun kenyataannya, wasit tidak menyatakan gol dan pertandingan berakhir saat skor masih 2-1 untuk keunggulan kami," ujar Muhammad Zikri, perwakilan tim SMK Negeri 1 Air Putih.

Ketegangan tak berhenti di situ. Pihak SMKN 1 Air Putih justru mendapat tekanan. Sempat terlontar ancaman dari pihak yang tidak dikenal: "Kalau SMKN 2 Tebing Tinggi kalah, maka kalian SMKN 1 Air Putih tidak bisa pulang ke rumah."

Di bawah tekanan tersebut, panitia penyelenggara justru meminta SMKN 1 Air Putih untuk mengundurkan diri atau dinyatakan Walk Out, padahal pertandingan sudah selesai dan ada pemenang. Tim yang menang itu akhirnya dipaksa mundur dengan alasan "demi keselamatan".

Malam harinya, Guru PJOK SMK Negeri 1 Air Putih beserta perwakilan AFKAB Batu Bara serta pecinta olahraga futsal Kabupaten Batu Bara kembali bertemu dengan panitia pelaksana untuk mencari keadilan. Namun keputusan sudah ditetapkan: SMKN 1 Air Putih dinyatakan Walk Out dan gugur, sementara SMKN 2 Tebing Tinggi diloloskan ke babak berikutnya.

Alasan yang diucapkan panitia secara terang-terangan kepada tim SMKN 1 Air Putih  semakin mempertegas ketidakjujuran penyelenggaraan turnamen ini:

"SMKN 2 Tebing Tinggi spesial di event ini karena mendatangkan keuntungan besar melalui suporter dan tiketing, sehingga tidak bisa menggugurkan mereka."

Uang diutamakan daripada aturan, keuntungan lebih dihargai daripada keadilan. Inilah wajah pahit penyelenggaraan Futsal Piala Walikota Tebing Tinggi yang mengatasnamakan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Bagaimana bisa sebuah tim yang menang di lapangan justru diusir? Bagaimana bisa skor diabaikan begitu saja demi alasan keuntungan finansial? Dan di mana letak kejujuran panitia yang seharusnya menjadi penjaga aturan. 

Keputusan ini bukan hanya merugikan SMK Negeri 1 Air Putih yang telah berjuang habis-habisan. Lebih dari itu, keputusan ini menghina seluruh peserta, mempermalukan nama penyelenggara, dan menginjak-injak sportivitas. Jika aturan bisa dilanggar begitu mudah demi uang, maka Futsal Piala Walikota Tebing Tinggi bukan lagi ajang olahraga — melainkan sandiwara yang memalukan.

Oleh karena itu, Guru PJOK SMK Negeri 1 Air Putih beserta perwakilan AFKAB Batu Bara dan pecinta olahraga futsal Kabupaten Batu Bara mendesak Dinas Pemuda dan Olahraga serta jajaran Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk:

• Meninjau ulang keputusan panitia dan mengembalikan keadilan kepada SMK Negeri 1 Air Putih

• Meminta pertanggungjawaban panitia terkait alasan "keuntungan finansial" yang dijadikan dasar keputusan

• Menerapkan sanksi tegas terhadap pihak yang melakukan pelanggaran aturan demi menjaga martabat olahraga Tebing Tinggi

Karena di atas lapangan, yang seharusnya menang adalah yang lebih kuat — bukan yang lebih menguntungkan secara uang.

Sementara itu, melalui pesan WhatsApp, Media Perisai Nusantara telah berupaya mengonfirmasi kepada panitia penyelenggara dengan 11 poin pertanyaan klarifikasi. Hingga berita ini diterbitkan, panitia memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban.

(***) 

Share:

MENYEMAI BUDAYA BACA, SMAN 2 KOTA TEBING TINGGI RUTINKAN AGENDA LITERASI MINGGUAN

Tebing Tinggi-Sumut, perisainusantara.com |11/09/2026 — SMAN 2 Kota Tebing Tinggi terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan minat baca serta keterampilan berkomunikasi para siswanya, melalui program literasi rutin yang digelar setiap hari Selasa pukul 07.05 WIB di lapangan sekolah. Kegiatan ini telah menjadi agenda wajib sebelum dimulainya proses pembelajaran, diikuti oleh seluruh warga sekolah dan dipandu langsung oleh guru piket.

Dalam pelaksanaannya, para siswa diberikan alokasi waktu selama 10 menit untuk membaca buku fiksi yang dibawa dari rumah. Kegiatan membaca bersama ini dirancang secara khusus untuk membangun konsentrasi serta menumbuhkan kebiasaan membaca secara konsisten, sebagai fondasi awal yang positif sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar di kelas.

Usai sesi membaca, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil bacaan secara interaktif. Perwakilan siswa dari masing-masing angkatan — Kelas X, XI, dan XII — mendapat kesempatan untuk tampil di lapangan sekolah dan di podium guna menceritakan kembali ringkasan serta pesan moral dari buku yang telah mereka baca di hadapan seluruh warga sekolah. Salah satu siswa Kelas XII IPA 4, Nawin Pramija, menyambut baik agenda mingguan tersebut. Menurutnya, sesi pemaparan ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menyampaikan gagasan dengan percaya diri di hadapan orang banyak.

"Melalui sesi menceritakan kembali ini, kami tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga dilatih untuk berani menyuarakan pendapat dan menyampaikan apa yang telah kami pahami. Hal ini sangat bermanfaat untuk melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum, melatih public speaking di depan banyak orang," ujar Nawin saat ditemui, Jumat (11/09/2026).

Melalui konsistensi agenda mingguan ini, SMAN 2 Tebing Tinggi berharap dapat menciptakan kebiasaan membaca di lingkungan sekolah secara berkelanjutan, serta melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengomunikasikan gagasan dengan baik dan percaya diri.

(***)

Share:

PT. INALUM Perkuat Penanganan Karhutla Di Mempawah - Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI

Jakarta, perisainusantara.com | 6 September 2026, PT.Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM terus memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mempawah - Kalimantan Barat, yang merupakan wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (“BAI”), anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (“ANTAM”) yang mengoperasikan smelter grade alumina refinery (SGAR) beserta fasilitas-fasilitas pendukungnya. 

Sejak 24 Agustus 2026, INALUM dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, unsur pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat setempat telah melakukan pengendalian dan pemadaman pada sejumlah titik api. Upaya tersebut terus diperkuat mengingat sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus, di mana api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan sehingga membutuhkan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan secara berkelanjutan.

Pada Jumat (4/9), Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (“MIND ID”) Maroef Sjamsoeddin mengkoordinasikan langsung pengerahan  60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan. Personil tersebut merupakan personal gabungan yang berasal  INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk. 

Maroef Sjamsoeddin menyampaikan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, Grup MIND ID hadir untuk membantu masyarakat serta memperkuat upaya pengendalian karhutla yang berdampak pada lingkungan maupun aktivitas sosial masyarakat. 

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).

Selain dukungan personel, penguatan penanganan di lokasi juga dilakukan melalui penyediaan berbagai perlengkapan pemadaman dan peralatan  keselamatan serta dukungan medis untuk para relawan maupun para Masyarakat yang terdampak, yang turut mencakup penyediaan fasilitas kesehatan darurat, alat pelindung diri, termasuk 1 (satu) unit mobil pemadam kebakaran yang juga ditambahkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (PELINDO), dalam rangka memastikan kebutuhan Kesehatan dan keselamatan seluruh relawan dan Masyarakat di lokasi dapat terpenuhi.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat setempat. Kehadiran tim di lapangan tidak hanya diarahkan pada proses pemadaman, tetapi juga membantu mencegah penyebaran api dan mengurangi potensi dampak karhutla yang lebih luas.

“Bagi INALUM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati.



Sementara itu, Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Mempawah membutuhkan upaya yang tidak sederhana karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut, di mana api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. 

“Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” ujar Darwin.

Melalui sinergi bersama Grup MIND ID, pemerintah, aparat, dan Masyarakat setempat, INALUM berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi karhutla di masa mendatang.

Sebagai satu keluarga besar Grup MIND ID, semangat kebersamaan tidak hanya diwujudkan dalam pencapaian dan pertumbuhan bersama, tetapi juga dengan hadir dan saling mendukung ketika menghadapi tantangan dan kondisi darurat.

(***) 

Share:

Dugaan TPK, Oknum Kasek SMP di Batu Bara Dilaporkan Ke Polda Sumut

Batu Bara-Sumut, perisainusantara.com |Seorang oknum Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri di Kabupaten Batu Bara berinisial TS dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi(TPK) dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025.

Laporan tersebut dilayangkan Forum Media Masyarakat Independen Bersinergi (Formasib) kepada Kapolda Sumatera Utara C/q Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut.

Ketua Formasib, Yusri Bajang, mengatakan laporan tersebut dilakukan setelah dua kali surat permintaan klarifikasi yang dilayangkan kepada pihak terkait tidak mendapat jawaban.

Tak adanya respons tersebut, menurut Formasib, menimbulkan pertanyaan terkait keterbukaan dan transparansi pengelolaan Dana BOS tahun 2025 di sekolah tersebut.

Dana BOS yang dikelola sekolah tersebut disebut mencapai sekitar Rp.730,4 juta dengan total 12 item kegiatan, dari jumlah tersebut, Formasib menyoroti tiga item penggunaan anggaran yang dinilai perlu mendapat perhatian dan penelusuran lebih lanjut.

"Nilai anggaran dari tiga item tersebut masing - masing sebesar Rp.44.596.000,-,  Rp.200.504.000,- dan Rp.161.220.000,-," ungkap Yusri Bajang, Sabtu (5/9/2026).

Tiga item penggunaan anggaran yang menjadi sorotan tersebut berkaitan dengan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran, administrasi kegiatan sekolah, serta pembayaran honor.

Formasib juga menyinggung aspek keterbukaan informasi publik dalam pengelolaan Dana BOS tersebut, menurut mereka, informasi terkait realisasi penggunaan anggaran publik seharusnya dapat diakses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap Kapolda Sumatera Utara melalui Ditreskrimsus Polda Sumut dapat melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Dana BOS tersebut," harap Yusri

(***) 

Share:

PT. INALUM Naik Kelas ke idAA/Stable, Tegaskan Ketangguhan Fundamental di Tengah Ketidakpastian Global

Jakarta, perisainusantara.com |31 Agustus 2026  PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (“INALUM”) mencatatkan peningkatan peringkat korporasi menjadi idAA/Stable (Double A; Stable Outlook) dari sebelumnya idAA-/Stable berdasarkan hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. 

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa peningkatan peringkat tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap fundamental perusahaan sekaligus menjadi dorongan bagi INALUM untuk terus meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

“Peningkatan peringkat ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga fundamental bisnis dan kesehatan keuangan perusahaan. Di tengah agenda ekspansi perusahaan yang semakin besar, kami akan tetap mengedepankan disiplin investasi,  memperkuat tata kelola, serta struktur pendanaan yang prudent. Kami ingin memastikan setiap langkah ekspansi perusahaan tidak hanya meningkatkan daya saing INALUM, tetapi menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya kemandirian industri aluminium nasional” ujar Melati.

Peningkatan satu tingkat di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar mencerminkan penguatan fundamental bisnis dan ketahanan profil keuangan INALUM sekaligus menegaskan kapasitas INALUM dalam menjaga kinerja yang sehat untuk mendukung pengembangan industri aluminium nasional. Pencapaian ini semakin memperkuat kredibilitas INALUM di mata pemangku kepentingan dan institusi keuangan serta memberikan fondasi yang lebih kuat dalam mengakses pendanaan dan mendukung agenda pertumbuhan perusahaan ke depan.

Peningkatan peringkat ini menjadi capaian positif bagi INALUM setelah Pefindo mempertahankan peringkat perusahaan pada level idAA-/Stable selama dua periode sebelumnya, yaitu pada tahun 2024 dan 2025.

Capaian tersebut semakin memperkuat posisi INALUM sebagai perusahaan yang memiliki peran strategis dalam pengembangan rantai nilai aluminium Indonesia. Sebagai bagian dari Grup MIND ID, INALUM terus menjalankan transformasi dan pengembangan bisnis untuk mendorong terciptanya industri aluminium nasional yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Salah satu faktor yang mendukung kuatnya profil INALUM adalah peran strategis perusahaan sebagai bagian dari Grup MIND ID dalam mengembangkan rantai nilai terintegrasi bauksit hingga aluminium. Peran tersebut didukung pengembangan sejumlah proyek utama, termasuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I dan II serta Smelter Aluminium II, yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem hilirisasi mineral nasional.

INALUM juga memiliki posisi yang kuat di pasar domestik sebagai satu-satunya produsen green aluminium primer di Indonesia di tengah prospek pertumbuhan permintaan aluminium yang semakin kuat, baik di dalam negeri maupun global. Posisi tersebut diperkuat oleh efisiensi operasional dan keunggulan daya saing biaya, tercermin dari cash cost INALUM yang berada pada kuartil pertama dalam kurva biaya global. Didukung oleh basis pelanggan yang terdiversifikasi serta dukungan sumber energi dari pembangkit listrik tenaga air yang turut memberikan INALUM keunggulan struktural.

Selain kekuatan dari sisi operasional dan pasar, INALUM juga terus menjaga profil keuangan yang sehat di tengah agenda pengembangan perusahaan. Dalam periode 2026–2029, kebutuhan pendanaan diproyeksikan meningkat sejalan dengan pengembangan proyek-proyek strategis nasional yaitu SGAR II dan Smelter II. Namun demikian, INALUM akan mengelola kebutuhan pendanaan tersebut melalui strategi pendanaan yang terukur dan terdiversifikasi dengan tetap menjaga struktur permodalan, likuiditas, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang sehat. 

Bagi INALUM, peningkatan peringkat menjadi idAA/Stable tidak hanya menjadi indikator atas kondisi perusahaan saat ini, tetapi juga memperkuat fondasi untuk menjalankan agenda pertumbuhan ke depan. Perusahaan akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, disiplin finansial, efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang kuat.

Melalui penguatan fundamental dan penyelesaian berbagai proyek-proyek strategis perusahaan, INALUM berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan daya saing industri aluminium nasional sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap agenda hilirisasi dan penciptaan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri untuk terwujudnya kemandirian aluminium Indonesia.

(***) 

Share:

Artikel

Label

Budaya (19) Kesehatan (22) Organisasi (338) Pemerintahan (419) Pendidikan (160) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (110)

Arsip Blog

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum